Minggu, 12 Mei 2024

obyek abstrak bukan mitos, tapi fakta

 Aku menuliskan ini sebagai tanggapan pemikiran yang disampaikan temanku. Beberapa hari yang lalu temanku meminjamiku sebuah komik yang berjudul “sapiens” karangan Yuval Noah Harari. Aku membaca komiknya dari seri pertama hingga kedua. Dari seri pertama aku menemukan masalah atau perbedaan pendapat. Seri kedua apalagi. Aku tersinggung atau berbeda pendapat. Di sini aku akan menyampaikan pendapatku.

Dalam buku “Sapiens” Yuval Noah harari menyatakan bahwa fiksi dan mitos adalah cerita yang membangun masyarakat dan negara. keduanya adalah cerita khayalan yang dibuat untuk supaya jutaan orang yang tak saling kenal bisa bekerja sama secara massal. Tak hanya masyarakat dan negara, tapi agama dan perusahaan juga termasuk fiksi. contohnya peugeot dll.

Aku akan menyampaikan pendapatku. Begini. Dalam ilmu bahasa, salah satu klasifikasi benda-benda adalah konkret dan abstrak. Ada benda konkret dan ada benda abstrak. Benda konkret adalah benda yang bisa diindera. Misalnya meja, kursi, komputer, buku tulis, polpen dll. Benda abstrak adalah benda yang tak bisa ditangkap panca indera. contohnya: nilai-nilai seperti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Buku

 B. MIPA Penuntun Matematika Matematika Perguruan Tinggi Matematika Dasar Analisis Vektor Kalkulus Persamaan Diferensial Peubah Kompleks Tra...