kebangkitan dimulai dari kesadaran. kesadaran tentang diri sendiri dan lingkungan. juga kesadaran tentang alam semesta, kehidupan dan manusia, beserta apa yang ada sebelum ketiganya ada, apa yang ada setelah ketiganya berakhir juga hubungan antara segala aspek tersebut. kesadaran itu akan menjadi dasar berpikir manusia.
manusia kemudian memikirkan lingkungan sekitarnya. kebangkitan dimulai dari kesadaran bahwa lingkungan sekitarnya belum ideal. masih ada yang rusak atau kurang dari sekitarnya. misalnya dirinya, keluarganya, masyarakatnya, negaranya bahkan dunianya. kesadaran adanya masalah-masalah hidup di dunia membuat manusia bangkit dan berpikir tentang cara menyelesaikan masalah tersebut. jika manusia berpikir bahwa dirinya, keluarganya, masyarakat, negara dan dunianya baik-baik saja maka dia tidak akan berubah dan tidak akan berusaha melakukan suatu perubahan. tapi jika dia menyadari adanya masalah dan kekurangan, maka dia akan berubah dan bangkit.
untuk bangkit dan berubah, manusia harus memiliki visi. sebelumnya manusia harus memahami keadaan dirinya dan lingkungannya. dia harus meyakini bahwa dirinya dan lingkungannya belum ideal dan masih memiliki banyak masalah dan kerusakan. kemudian dia memiliki visi tentang bagaimana seharusnya dirinya, keluarganya, masyarakat, negara dan dunianya. dia memiliki gambaran ideal untuk mereka. kemudian dia mengetahui cara untuk mengubah dirinya dan lingkungannya supaya mencapai tujuan yang ideal tersebut. dengan begitu maka perubahan dapat dilakukan. kebangkitan dapat diwujudkan.
saat seorang manusia memiliki visi yang menjadi tujuan hidupnya dan misi yang menjadi cara untuk mencapainya, maka akan timbul semangat dalam dirinya. dia akan berusaha melakukan sesuatu, misalnya membuat program kerja. bagi dirinya dan keluarganya, program itu adalah program pribadi dan keluarga. bagi masyarakatnya, misalnya pembentukan ormas (organisasi kemasyarakatan). bagi negara dan dunia, dibutuhkan partai politik karena urusan negara adalah politik. politik tidak hanya soal rebutan kekuuasaan, mendapatkan jabatan dan harta tapi tentang bagaimana memperbaiki masyarakat dalam skala yang lebih luas, yaitu dalam lingkup negara.
kebangkitan dalam tingkat negara memiliki beberapa dasar. awalnya adalah kemandirian. setiap negara yang ingin bangkit harus bisa mandiri. dia harus bisa mengurus dirinya sendiri, mengatur urusan dalam negerinya sendiri. dia tidak boleh disetir oleh negara lain atau organisasi internasional lainnya. misalnya awalnya dia harus bisa mencukupi kebutuhan rakyatnya tanpa impor. ekspor harus lebih besar. standar mata uangnya adalah cadangan emasnya sendiri. tidak memiliki utang luar negeri. dia mampu membuat kebijakan sendiri terhadap negaranya. dia harus berani bernegoisasi dengan negara lain supaya negara lain menurutinya, bukan dia yang menuruti negara lain. biarkan negara lain yang mengemis investasi kepadanya dengan keuntungan besar baginya, bukan mengemis mengundang negara lain agar berinvestasi datang ke negerinya lalu keuntungan besar bagi mereka.
kebangkitan selanjutnya adalah mendominasi. negara yang mandiri ini tidak hanya bisa mengatur dirinya tapi ia kemudian menyebarkan pengaruhnya ke negara-negara lain di dunia. awalnya dari negara sekitarnya, kemudian di organisasi internasional. dia menyebarkan ide-idenya. dia memiliki ideologi yang kokoh, kemudian menjalankan program yang jelas bagi negara lain. pilihan pertama adalah cara damai. jika tidak diterima, maka cara kekerasan walau sebenarnya tidak diinginkan. oleh karena itu militer dan pertahanan harus menjadi kuat juga. intelijen, duta besar, delegasi, diplomasi harus dijalankan dengan ketat. maka keamanan negara di dalam dan di luar negeri tetap terjaga. dengan begitu kepentingannya tetap terjaga.
apakah kebangkitan itu buruk? jelas tidak. kebangkitan itu netral. dia baik selama membawa kebaikan dan manfaat bagi manusia. tapi jika ia membawa keburukan, kerugian dan penderitaan maka dia buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar