saat membaca di berita-berita bahwa para anggota DPR tidak mendengarkan aspirasi rakyat aku tersadar bahwa para DPR itu bukan lagi wakil rakyat. kenapa tidak?
mereka membuat aturan yang menyengsarakan rakyat. mereka tidak mendengarkan aspirasi rakyat. saat rakyat memprotes kebijakan mereka, mereka tidak mau mendengarkan. saat rakyat menderita kemiskinan, kelaparan, kesulitan mereka tidak peduli.
lalu mereka wakil siapa?
dalam kasus UU omnibus law kemarin baru diketahui mereka wakil siapa. mereka adalah wakil pengusaha-pengusaha kaya, para pemilik bisnis besar, para pemodal, para kapitalis. mereka berdalih untuk mengundang investasi asing ke tanah air indonesia sehingga mampu menyerap tenaga kerja indonesia. tapi dalam kontrak dengan cina, cina mensyaratkan menggunakan tenaga kerja cina. jadi proyek-proyek dengan cina tidak menguntungkan indonesia, tapi cina. proyek itu tidak menyerap lapangan kerja dan membuka lapangan kerja bagi rakyat indonesia, tapi penduduk dan warga negara cina. selain itu para pekerja cina tidak diwajibkan mampu berbahasa indonesia. maka mereka bisa membuat komunitas rahasia mereka sendiri dan bisa merencanakan suatu tindakan yang membahayakan indonesia. tidak ada yang bisa mengawasi mereka.
investasi asing jika datang ke indonesia bisa saja membuka lapangan kerja yang banyak tapi kemudian menempatkan rakyat indonesia sebagai buruh mereka. dengan sistem kerja yang berat dan bayaran murah serta ancaman PHK sewaktu-waktu membuat rakyat indonesia menjadi tidak aman dan nyaman dalam bekerja. mereka jadi bekerja sekeras mungkin supaya tidak dipecat. sistem kerja berat dan bayaran murah ini mirip dengan penjajahan.
penjajahan ternyata masih eksis di dunia ini, termasuk di indonesia. penjajahan adalah sistem ekonomi di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negara asal. sistem ekonomi ini saat ini masih ada dengan wujud perdagangan internasional, liberalisme ekonomi, kapitalisme. negara-negara barat (amerika, inggris, perancis, belanda dll) dan cina berusaha mengeruk sumber daya alam indonesia dan mempekerjakan rakyat indonesia dengan bayaran murah dan pekerjaan berat.
penjajahan itu dilakukan oleh negara asing. sekarang bagaimana dengan pemerintah? bagaimana dengan kapitalis indonesia sendiri? misalnya sembilan naga, perusahaan-perusahaan besar di indonesia?
pemerintah adalah pelayan negara asing. pemerintah berusaha mematuhi negara-negara asing, mematuhi perusahaan-perusahaan multinasional, kapitalis global/ internasional, bahkan berusaha mencari cara-cara untuk menyenangkan mereka. misalnya dengan berusaha mengundang mereka untuk berinvestasi di indonesia. cara-cara itu sama saja dengan berusaha mengundang mereka untuk menjajah dan mengeruk sumberdaya alam dan manusia indonesia. mereka seperti priyayi dan pejabat kerajaan di masa VOC dan hindia belanda yang tunduk pada belanda. mereka membuat beragam alasan kepada rakyat supaya rakyat diam, tunduk dan menuruti penjajahan tersebut.
tentang kapitalis nasional, mereka juga sama. mereka berusaha mengeruk kekayaan alam indonesia dengan sebesar-besarnya untuk keuntungan pribadi mereka. mereka membakar hutan, mengubahnya menjadi perkebunan kelapa sawit semuanya untuk keuntungan mereka pribadi dan mengorbankan ekosistem alam. padahal hutan sangat penting untuk menyerap karbon dioksida di dunia. perusahaan-perusahaan kapitalis nasional, sebenarnya bisa jadi anak dari perusahaan multinasional asing. mereka jadi distributor, kantor cabang. kedoknya saja dengan nama-nama indonesia tapi mereka sebenarnya hanya importir. jadi sumbernya dari luar negeri. atau mereka eksportir tapi anak dari perusahaan induk di luar negeri. jadi mereka sama saja.
jadi zaman sekarang penjajahan itu tidak hanya dilakukan oleh negara asing. penjajahan tidak hanya dilakukan oleh perusahaan asing, tapi juga perusahaan nasional. perusahaan adalah monster, mesin pemakan alam dan rakyat, kendaraan yang ditunggangi oleh kapitalis untuk menindas dan menjajah rakyat demi menghasilkan uang untuk mereka sendiri.
saat dunia kiamat dan mereka diadili baru mereka akan sadar mereka tidak akan bisa makan uang.
DPR bukan lagi wakil rakyat yang sebenarnya. mereka adalah wakil sebagian rakyat — sebenarnya penguasa, walau berkedok rakyat sipil -. sebagian rakyat itu adalah elit ekonomi. elit ekonomi itu adalah kapitalis, baik di dalam maupun di luar negeri. DPR dan pemerintah adalah pelayan mereka. mereka berdua adalah wakil penjajah. suara mereka adalah suara penjajah, bukan suara rakyat. mereka mereka harus dilawan, tidak perlu dipatuhi. jadi wajar kalau mereka tidak mendengarkan rakyat. kebijakan-kebijakan mereka tidak memihak rakyat, tapi para pemodal, para kapitalis, para pebisnis besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar